Beliaubersabda: " Hendaklah kalian bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat meski kepada seorang budak Habasyi. Dan sepeninggalku nanti, kalian akan melihat perselisihan yang sangat dahsyat, maka hendaklah kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnah para khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Gigitlah sunnah itu dengan gigi geraham, dan
Dalamurusan keagamaan keislaman telah final. Eksistensi Nabi saw dan al-qur`an merupakan penyempurna bagi segenap syariat-Nya. Perubahan Perilaku 1. Harus bertakwa kepada-Nya. 2. Bersikap sami'na wa atha'na terhadap Allah, Rasulullah saw, dan pemimpin kaum muslimin. 3. Berpegang kuat dengan sunnah Nabi saw dan sunnah Khulafa'ur Rasyidin. 4.
BABII. KEDUDUKAN AS-SUNNAH DALAM SYARI'AT ISLAM Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas B. Hadits-Hadits Yang Memerintahkan Kita Untuk Mengikuti Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam Dalam Segala Hal Begitu pula halnya dalam hadits-hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, banyak kita temui perintah yang mewajibkan untuk mengikuti Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam segala perkara,
Dansepeninggalku nanti, kalian akan melihat perselisihan yang sangat dahsyat, maka hendaklah kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnah para khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Gigitlah sunnah itu dengan gigi geraham, dan jangan sampai kalian mengikuti perkara-perkara yang dibuat-buat, karena sesungguhnya semua bid'ah itu adalah
KisahKepemimpinan 4 Sahabat Nabi Khulafaur Rasyidin. 1. Abu Bakar Ash Shiddiq. Kekhalifahan Abu Bakar Ash-Shiddiq berlangsung selama 2 tahun 3 bulan. Ia adalah seorang khalifah pertama dan menjadi satu-satunya yang disebut sahabat nabi oleh Allah SWT dalam QS. At Taubah ayat 40.
Meniliksiyรขq al-kalam (alur pembicaraan) hadis ini, bid'ah yang dimaksud adalah bid'ah dalam masalah kepemimpinan, bukan bid'ah dalam masalah ibadah. Alasannya, karena dalam masalah ibadah tentu harus merujuk hanya kepada Rasul saw. dan tidak kepada Khulafaur Rasyidin. Artinya kata bid'ah dalam hadis ini tidak menggunakan makna syar
Dansepeninggalku nanti, kalian akan melihat perselisihan yg sangat dahsyat, maka hendaklah kalian berpegang dgn sunnahku & sunnah para khulafaur Rasyidin yg mendapat petunjuk. Gigitlah sunnah itu dgn gigi geraham, & jangan sampai kalian mengikuti perkara-perkara yg dibuat-buat, karena sesungguhnya semua bid'ah itu adl sesat. [HR. ibnumajah No.42].
jiqjV. BERPEGANG TEGUH PADA SUNNAH RASULULLAH DAN KHULAFAUR RASYIDIN PARA SAHABAT ุนููู ุฃูุจูู ููุฌูููุญู ุงููุนูุฑูุจูุงุถู ุจููู ุณูุงุฑูุฉู ุฑูุถู ุงููู ุนูู ููุงูู ููุนูุธูููุง ุฑูุณููููู ุงูููู ุตููููู ุงููู ุนููู ูุณูู
ู
ูููุนูุธูุฉู ููุฌูููุชู ู
ูููููุง ุงููููููููุจูุ ููุฐูุฑูููุชู ู
ูููููุง ุงููุนูููููููุ ููููููููุง ููุง ุฑูุณููููู ุงููููุ ููุฃููููููุง ู
ูููุนูุธูุฉู ู
ูููุฏููุนูุ ููุฃูููุตูููุงุ ููุงูู ุฃูููุตูููููู
ู ุจูุชูููููู ุงูููู ุนูุฒูู ููุฌููููุ ููุงูุณููู
ูุนู ููุงูุทููุงุนูุฉู ููุฅููู ุชูุฃูู
ููุฑู ุนูููููููู
ู ุนูุจูุฏูุ ููุฅูููููู ู
ููู ููุนูุดู ู
ูููููู
ู ููุณูููุฑูู ุงุฎูุชููุงููุงู ููุซูููุฑุงู. ููุนูููููููู
ู ุจูุณููููุชูู ููุณููููุฉู ุงููุฎูููููุงุกู ุงูุฑููุงุดูุฏููููู ุงููู
ูููุฏูููููููู ุนูุถูููุง ุนูููููููุง ุจูุงููููููุงุฌูุฐูุ ููุฅููููุงููู
ู ููู
ูุญูุฏูุซูุงุชู ุงููุฃูู
ูููุฑูุ ููุฅูููู ููููู ุจูุฏูุนูุฉู ุถููุงูููุฉู [ุฑูููุงู ุฏุงูุฏ ูุงูุชุฑู
ุฐู ููุงู ุญุฏูุซ ุญุณู ุตุญูุญ] Abu Najih, Al Irbad bin Sariyah ra. ia berkata โRasulullah telah memberi nasehat kepada kami dengan satu nasehat yang menggetarkan hati dan membuat airmata bercucuranโ. kami bertanya ,โWahai Rasulullah, nasihat itu seakan-akan nasihat dari orang yang akan berpisah selamanya meninggal, maka berilah kami wasiatโ Rasulullah bersabda, โSaya memberi wasiat kepadamu agar tetap bertaqwa kepada Alloh yang Maha Tinggi lagi Maha Mulia, tetap mendengar dan taโat walaupun yang memerintahmu seorang hamba sahaya budak. Sesungguhnya barangsiapa diantara kalian masih hidup niscaya bakal menyaksikan banyak perselisihan. karena itu berpegang teguhlah kepada sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang lurus mendapat petunjuk dan gigitlah dengan gigi geraham kalian. Dan jauhilah olehmu hal-hal baru dalam perkara agama karena sesungguhnya semua bidโah itu sesat.โ HR. Abu Daud dan At Tirmidzi, Hadits Hasan Shahih [Abu Dawud no. 4607, Tirmidzi no. 2676] Penjelasan Pada sebagian sanad diriwayatkan dengan kalimat โSesungguhnya ini adalah nasihat dari orang yang akan berpisah selamanya meninggal. Lalu apa yang akan engkau pesankan kepada kami ?โ Beliau bersabda, โAku tinggalkan kamu dalam keadaan terang benderang, malamnya seperti siang. Tidak ada yang menyimpang melainkan ia pasti binasaโ Perkataan, โnasihat yang mengenaโ maksudnya adalah mengena kepada diri kita dan membekas dihati kita. Perkataan, โyang menggetarkan hati kitaโ maksudnya menjadikan orang takut. Perkataan,โyang mencucurkan air mataโ maksudnya seolah-olah nasihat itu bertindak sebagai sesuatu yang menakutkan dan mengancam. Sabda Rasulullah, โAku memberi wasiat kepadamu supaya tetap bertaqwa kepada Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Mulia, tetap mendengar dan mentaatiโ maksudnya kepada para pemegang kekuasaan. Sabda Beliau, โWalaupun yang memerintah kamu seorang budakโ, pada sebagian riwayat disebutkan budak habsyi. Sebagian Ulama berkata, โSeorang budak tidak dapat menjadi penguasaโ kalimat tersebut sekedar perumpamaan, sekalipun hal itu tidak menjadi kenyataan, seperti halnya sabda Rasulullah, โBarangsiapa membangun masjid sekalipun seperti sangkar burung karena Allah, niscaya Allah akan membangukan untuknya sebuah rumah di surgaโ. Sudah tentu sangkar burung tidak dapat menjadi masjid, tetapi kalimat perumpaan seperti itu biasa dipakai. Mungkin sekali Rasulullah memberitahukan bahwa akan terjadinya kerusakan sehingga sesuatu urusan dipegang orang yang bukan ahlinya, yang akibatnya seorang budak bisa menjadi penguasa. Jika hal itu terjadi, maka dengarlah dan taatilah untuk menghindari mudharat yang lebih besar serta bersabar menerima kekuasaan dari orang yang tidak dibenarkan memegang kekuasaan, supaya tidak menimbulkan fitnah yang lebih besar. Kewajiban kepada penguasa di sini adalah selama bukan dalam kemaksiatan. Yaitu dalam hal-hal yang mubah. Karena kalau imam memerintahkan sesuatu yang wajib maka hakikatnya adalah mendengar dan taat kepada Alloh. Dengan demikian perintah imam terbagi dalam tiga bentuk yaitu Perintah tersebut merupakan kewajiban syarโi, maka ketaatan di sini merupakan ketaatan kepada Alloh. Perintah tersebut sesuatu yang mubah maka wajib ditaati karena ini merupakan haknya. Perintah tersebut merupakan kemaksiatan maka tidak boleh ditaati. Sabda Rasulullah, โSungguh, orang yang masih hidup diantaramu nanti akan melihat banyak perselisihanโ ini termasuk salah satu mukjizat beliau yang mengabarkan kepada para Sahabatnya akan terjadinya perselisihan dan meluasnya kemungkaran sepeninggal beliau. Beliau telah mengetahui hal itu secara rinci , tetapi beliau tidak menceritakan hal itu secara rinci kepada setiap orang, namun hanya menjelaskan secara global. Dalam beberapa hadits ahad disebtukan beliau menerangkan hal semacam itu kepada Hudzaifah dan Abu Hurairah yang menunjukkan bahwa kedua orang itu memiliki posisi dan tempat yang penting disisi Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam . Sabda Beliau, โMaka wajib atas kamu memegang teguh sunnahkuโ sunnah ialah jalan lurus yang berjalan pada aturan-aturan tertentu, yaitu jalan yang jelas. Sabda Beliau, โdan sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapatkan petunjukโ maksudnya mereka yang senantiasa diberi petunjuk. Mereka itu ada 4 orang, sebagaimana ijmaโ para ulama, yaitu Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali ra. Rasululloh menyuruh kita teguh mengikuti sunnah Khulafaur Rasyidin karena dua perkara Pertama, bagi yang tidak mampu berpikir cukup dengan mengikuti mereka. Kedua, menjadikan pendapat mereka menjadi pilihan utama bila terjadi perselisihan pendapat diantara para shahabat. Sabdanya โJauhilah olehmu perkara-perkara yang baruโ. Ketahuilah bahwa perkara yang baru itu ada dua macam. Pertama, perkara baru yang tidak punya dasar syariโat, hal semacam ini bathil lagi tercela. Kedua, perkara baru yang dilakukan dengan membandingkan dua pendapat yang setara, perkara baru semacam ini tidak tercela. Kata-kata โperkara baru atau bidโahโ arti asalnya bukanlah perbuatan yang tercela. Akan tetapi, bila pengertiannya ialah menyalahi Sunnah dan menuju kepada kesesatan, maka dengan pengertian semacam itu menjadi tercela, sekalipun secara harfiah makna kata tersebut sama sekali tidak tercela, karena Allah pun di dalam firman-Nya menyatakan โTidak datang kepada mereka suatu ayat Al Qurโan pun yang baru dari Tuhan merekaโ QS. Al Anbiyaaโ 2 Wallaahu aโlam. Pelajaran Bekas yang dalam dari nasehat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam jiwa para shahabat. Hal tersebut merupakan tauladan bagi para daโi di jalan Allah taโala. Taqwa merupakan yang paling penting untuk disampaikan seorang muslim kepada muslim lainnya, kemudian mendengar dan taโat kepada pemerintah selama tidak terdapat didalamnya maksiat. Keharusan untuk berpegang teguh terhadap sunnah Nabi dan sunnah Khulafaurrasyidin, karena didalamnya terdapat kemenangan dan kesuksesan, khususnya tatkala banyak terjadi perbedaan dan perpecahan. Hadits ini menunjukkan tentang sunnahnya memberikan wasiat saat berpisah karena didalamnya terdapat kebaikan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Larangan untuk melakukan hal yang baru dalam agama bidโah yang tidak memiliki landasan dalam agama.
BAB II. KEDUDUKAN AS-SUNNAH DALAM SYARIโAT ISLAMOleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas B. Hadits-Hadits Yang Memerintahkan Kita Untuk Mengikuti Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam Dalam Segala Hal Begitu pula halnya dalam hadits-hadits Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, banyak kita temui perintah yang mewajibkan untuk mengikuti Nabi Shallallahu alaihi wa sallam dalam segala perkara, di antaranya ialahุนููู ุฃูุจูู ููุฑูููุฑูุฉู ุฑูุถููู ุงูููููู ุนููููู ุฃูููู ุฑูุณููููู ุงูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุงูู ููููู ุฃูู
ููุชูู ููุฏูุฎููููููู ุงููุฌููููุฉู ุฅููุงูู ู
ููู ุฃูุจููุ ููุงููููุง ููุง ุฑูุณููููู ุงูููู ููู
ููู ููุฃูุจููุ ููุงูู ู
ููู ุฃูุทูุงุนูููู ุฏูุฎููู ุงููุฌูููุฉูุ ููู
ููู ุนูุตูุงููู ููููุฏู Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, โSetiap ummatku akan masuk Surga, kecuali yang enggan.โ Mereka para Shahabat bertanya โSiapa yang enggan itu?โ Jawab beliau โBarangsiapa yang mentaatiku pasti masuk Surga, dan barangsiapa yang mendurhakaiku, maka sungguh ia telah enggan.โ[1]ุนููู ุฌูุงุจูุฑู ุจููู ุนูุจูุฏู ุงูููู ุฑูุถููู ุงูููููู ุนููููู ููุงูู ุฌูุงุกูุชู ู
ููุงูุฆูููุฉู ุฅูููู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ูููููู ููุงุฆูู
ู ููููุงูู ุจูุนูุถูููู
ู ุฅูููููู ููุงุฆูู
ู ููููุงูู ุจูุนูุถูููู
ู ุฃูููู ุงููุนููููู ููุงุฆูู
ูุฉู ููุงููููููุจู ููููุธูุงูู ููููุงููููุง ุฅูููู ููุตูุงุญูุจูููู
ู ููุฐูุง ู
ูุซููุงูุ ููุงุถูุฑูุจูููุง ูููู ู
ูุซููุงู ููููุงูู ุจูุนูุถูููู
ู ุฅูููููู ููุงุฆูู
ู ููููุงูู ุจูุนูุถูููู
ู ุฅูููู ุงููุนููููู ููุงุฆูู
ูุฉู ููุงููููููุจู ููููุธูุงููุ ููููุงููููุง ู
ูุซููููู ููู
ูุซููู ุฑูุฌููู ุจูููู ุฏูุงุฑูุงุ ููุฌูุนููู ููููููุง ู
ูุฃูุฏูุจูุฉู ููุจูุนูุซู ุฏูุงุนูููุง ููู
ููู ุฃูุฌูุงุจู ุงูุฏููุงุนููู ุฏูุฎููู ุงูุฏููุงุฑู ููุฃููููู ู
ููู ุงููู
ูุฃูุฏูุจูุฉูุ ููู
ููู ููู
ู ููุฌูุจู ุงูุฏููุงุนููู ููู
ู ููุฏูุฎููู ุงูุฏููุงุฑู ููููู
ู ููุฃููููู ู
ููู ุงููู
ูุฃูุฏูุจูุฉูุ ููููุงููููุง ุฃููููููููููุง ูููู ููููููููููุงุ ููููุงูู ุจูุนูุถูููู
ู ุฅูููููู ููุงุฆูู
ูุ ููููุงูู ุจูุนูุถูููู
ู ุฅูููู ุงููุนููููู ููุงุฆูู
ูุฉู ููุงููููููุจู ููููุธูุงููุ ููููุงููููุง ููุงูุฏููุงุฑู ุงููุฌููููุฉูุ ููุงูุฏููุงุนูู ู
ูุญูู
ููุฏู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููู
ููู ุฃูุทูุงุนู ู
ูุญูู
ููุฏูุง ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููููุฏู ุฃูุทูุงุนู ุงููููุ ููู
ููู ุนูุตูู ู
ูุญูู
ููุฏูุง ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููููุฏู ุนูุตูู ุงูููู ููู
ูุญูู
ููุฏู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุฑูููู ุจููููู Dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu anhu, ia berkata, โTelah datang beberapa Malaikat kepada Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, ketika beliau sedang tidur. Sebagian dari mereka berkata, Dia sedang tidur,โ dan yang lainnya berkata, Sesungguhnya matanya tidur tetapi hatinya sadar.โ Para Malaikat berkata, Sesungguhnya bagi orang ini ada perumpamaan, maka buatlah perumpamaan baginya.โ Sebagian lagi berkata, Sesungguhnya ia sedang tidur,โ yang lain berkata, Matanya tidur tetapi hatinya sadar.โ Para Malaikat berkata, Perumpamaan beliau Shallallahu alaihi wa sallam adalah seperti seorang yang membangun rumah, lalu ia menyediakan hidangan dalam rumahnya itu, kemudian ia mengutus seorang pengundang, maka ada orang yang memenuhi undangan itu dan masuk ke rumah serta makan hidangannya. Tetapi adapula orang yang tidak memenuhi undangannya, tidak masuk ke rumah dan tidak makan hidangannya.โ Mereka berkata, Terangkan tafsir dari perumpamaan itu agar orang dapat faham.โ Sebagian mereka berkata lagi, Ia sedang tidur,โ yang lainnya berkata, Matanya tidur, tetapi hatinya sadar.โ Para Malaikat berkata, Rumah yang dimaksud adalah Surga, sedang pengundang adalah Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Barangsiapa mentaati Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam berarti ia taat kepada Allah, dan barangsiapa mendurhakai Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam berarti ia telah mendurhakai Allah; dan Muhammad itu adalah pemisah di antara manusia.โ[2]ุนููู ุฃูุจูู ู
ูููุณูู ุฑูุถููู ุงูููููู ุนููููู ุนููู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุงูู ุฅููููู
ูุง ู
ูุซูููู ููู
ูุซููู ู
ูุง ุจูุนูุซููููู ุงูููู ุจููู ููู
ูุซููู ุฑูุฌููู ุฃูุชูู ููููู
ุงู ููููุงูู ููุง ููููู
ู ุฅููููู ุฑูุฃูููุชู ุงููุฌูููุดู ุจูุนูููููููู ููุฅููููู ุฃูููุง ุงููููุฐูููุฑู ุงููุนูุฑูููุงููุ ููุงููููุฌูุงุกู ููุฃูุทูุงุนููู ุทูุงุฆูููุฉู ู
ููู ููููู
ููู ููุฃูุฏูููุฌูููุง ููุงููุทูููููููุง ุนูููู ู
ูููููููู
ู ููููุฌูููุงุ ููููุฐููุจูุชู ุทูุงุฆูููุฉู ู
ูููููู
ู ููุฃูุตูุจูุญูููุง ู
ูููุงููููู
ู ููุตูุจููุญูููู
ู ุงููุฌูููุดู ููุฃูููููููููู
ู ููุงุฌูุชูุงุญูููู
ู ููุฐููููู ู
ูุซููู ู
ููู ุฃูุทูุงุนูููู ููุงุชููุจูุนู ู
ูุง ุฌูุฆูุชู ุจููู ููู
ูุซููู ู
ููู ุนูุตูุงููู ููููุฐููุจู ุจูู
ูุง ุฌููุฆูุชู ุจููู ู
ููู ุงููุญูููู3. Dari Abi Musa Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda, โPerumpamaanku dan perumpamaan apa-apa yang Allah utus aku dengannya seperti seorang yang mendatangi suatu kaum, lalu ia berkata, Wahai kaumku, sesungguhnya aku melihat pasukan musuh dengan mata kepalaku dan sesungguhnya aku pengancam yang nyata, maka marilah menuju kepada keselamatan. Sebagian dari kaum itu mentaatinya, lalu mereka masuk pergi bersamanya, maka selamatlah mereka. Sebagian dari mereka mendustakan. Pagi-pagi mereka diserang oleh pasukan musuh lalu mereka dihancurkan dan diluluhlantakan. Demikianlah perumpamaan orang-orang yang taat kepadaku dan mengikuti apa yang aku bawa dan perumpamaan orang-orang yang durhaka kepadaku dan mendustakan kebenaran yang aku bawa.โ[3]ุนููู ุฃูุจูู ุฑูุงููุนู ุฑูุถููู ุงูููููู ุนููููู ููุงูู ููุงูู ุฑูุณููููู ุงูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ูุงู ุฃูููููููููู ุฃูุญูุฏูููู
ู ู
ูุชููููุฆูุง ุนูููู ุฃูุฑูููููุชููู ููุฃูุชููููู ุงููุฃูู
ูุฑู ู
ููู ุฃูู
ูุฑูู ู
ูู
ููุง ุฃูู
ูุฑูุชู ุจููู ุฃููู ููููููุชู ุนููููู ูููููููููู ูุงู ููุฏูุฑูู ู
ูุง ููุฌูุฏูููุง ููู ููุชูุงุจู ุงูููู Dari Abi Rafiโ Radhiyallahu anhu, ia berkata Telah bersabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam โNanti akan ada seorang di antara kalian yang duduk bersandar di sofanya lalu datang kepadanya perintah dari perintahku dari apa-apa yang aku perintah dan aku larang. Ia berkata Aku tidak tahu apa-apa. Yang kami dapati dalam Kitabullaah kami ikuti dan yang tidak terdapat dalam Kita-bullaah kami tidak ikuti.โ[4]ุนููู ุงููู
ูููุฏูุงู
ู ุจููู ู
ูุนูุฏูู ููุฑูุจู ุฑูุถููู ุงูููููู ุนููููู ููุงูู ููุงูู ุฑูุณููููู ุงูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุฃููุงู ุฅููููู ุฃูููุชูููุชู ุงููููุชูุงุจู ููู
ูุซููููู ู
ูุนููู ุฃููุงู ููููุดููู ุฑูุฌููู ุดูุจูุนูุงูู ุนูููู ุฃูุฑูููููุชููู ูููููููู ุนูููููููู
ู ุจูููุฐูุง ุงููููุฑูุขูู ููู
ูุง ููุฌูุฏูุชูู
ู ูููููู ู
ููู ุญููุงููู ููุฃูุญููููููููุ ููู
ูุง ููุฌูุฏูุชูู
ู ูููููู ู
ููู ุญูุฑูุงู
ู ููุญูุฑููู
ููููู ููุฅูููู ู
ูุง ุญูุฑููู
ู ุฑูุณููููู ุงูููู ููู
ูุง ุญูุฑููู
ู ุงูููู ุฃููุงู ูุงู ููุญูููู ููููู
ู ููุญูู
ู ุงููุญูู
ูุงุฑู ุงููุฃูููููููู ูููุงู ููููู ุฐูู ููุงุจู ู
ููู ุงูุณููุจูุนูุ ูููุงู ููููุทูุฉู ู
ูุนูุงููุฏู ุฅููุงูู ุฃููู ููุณูุชูุบููููู ุนูููููุง ุตูุงุญูุจูููุง ููู
ููู ููุฒููู ุจูููููู
ู ููุนูููููููู
ู ุฃููู ููููุฑููููู ููุฅููู ููู
ู ููููุฑููููู ูููููู ุฃููู ููุนูููุจูููู
ู ุจูู
ูุซููู Dari Miqdam bin Maโdi Kariba Radhiyallahu anhu, ia berkata โTelah bersabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam Ketahuilah, sesungguhnya aku diberikan Al-Kitab Al-Qur-an dan yang seperti Al-Qur-an bersamanya. Ketahuilah, nanti akan ada orang yang kenyang di atas sofanya sambil berkata, Cukuplah bagimu untuk berpegang dengan Al-Qur-an saja, apa-apa yang kalian dapati hukum halal di dalamnya maka halalkanlah dan apa-apa yang kalian dapati hukum haram di dalamnya, maka haramkanlah.โ Ketahuilah sesungguhnya apa-apa yang diharamkan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam sama seperti yang diharamkan Allah, ketahuilah tidak halal bagi kalian keledai negeri dan tiap-tiap yang bertaring dari binatang buas dan tidak halal pula barang pungutan kafir muโahad kecuali bila pemiliknya tidak memerlukannya dan barangsiapa yang singgah di suatu kaum, maka wajib atas mereka menghormatinya. Bila mereka tidak menghormatinya, maka wajib baginya menggantikan yang serupa dengan penghormatan itu.โ[5]ุนููู ุฃูุจููู ููุฑูููุฑูุฉู ุฑูุถููู ุงูููููู ุนููููู ููุงูู ููุงูู ุฑูุณููููู ุงูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุฅููููู ุชูุฑูููุชู ููููููู
ู ุดูููุฆููููู ูููู ุชูุถููููููุง ุจูุนูุฏู ููู
ูุง ููุชูุงุจู ุงูููู ููุณููููุชููู ูููููู ููุชูููุฑููููุง ุญูุชููู ููุฑูุฏูุง ุนูููููู Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata โTelah bersabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam Aku tinggalkan dua perkara yang kalian tidak akan tersesat selama kalian berpegang teguh dengan keduanya yaitu Kitabullah dan Sunnahku, serta keduanya tidak akan berpisah sampai keduanya mendatangiku di Telaga di Surga.โ[6]ููุงูู ุงููุนูุฑูุจูุงุถู ุฑูุถููู ุงูููููู ุนููููู ุตููููู ุจูููุง ุฑูุณููููู ุงูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุฐูุงุชู ููููู
ู ุซูู
ูู ุฃูููุจููู ุนูููููููุง ููููุนูุธููุงู ู
ูููุนูุธูุฉู ุจูููููุบูุฉู ุฐูุฑูููุชู ู
ูููููุง ุงููุนููููููู ููููุฌูููุชู ู
ูููููุง ุงููููููููุจูุ ููููุงูู ููุงุฆููู ููุง ุฑูุณููููู ุงูููู ููุฃูููู ููุฐููู ู
ูููุนูุธูุฉู ู
ูููุฏููุนู ููู
ูุงุฐูุง ุชูุนูููุฏู ุฅููููููุงู ููููุงูู ุฃูููุตูููููู
ู ุจูุชูููููู ุงูููู ููุงูุณููู
ูุนู ููุงูุทููุงุนูุฉู ููุฅููู ุนูุจูุฏูุง ุญูุจูุดููููุงุ ููุฅูููููู ู
ููู ููุนูุดู ู
ูููููู
ู ุจูุนูุฏูู ููุณูููุฑูู ุงุฎูุชููุงููุงู ููุซูููุฑุงูุ ููุนูููููููู
ู ุจูุณููููุชูู ููุณููููุฉู ุงููุฎูููููุงุกู ุงููู
ูููุฏูููููููู ุงูุฑููุงุดูุฏูููููุ ุชูู
ูุณููููููุง ุจูููุง ููุนูุถููููุง ุนูููููููุง ุจูุงููููููุงุฌูุฐูุ ููุฅููููุงููู
ู ููู
ูุญูุฏูุซูุงุชู ุงููุฃูู
ูููุฑู ููุฅูููู ููููู ู
ูุญูุฏูุซูุฉู ุจูุฏูุนูุฉูุ ููููููู ุจูุฏูุนูุฉู Berkata al-Irbadh bin Sariyah Radhiyallahu anhu, โSuatu hari Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pernah shalat bersama kami kemudian beliau menghadap kepada kami dan memberikan nasehat kepada kami dengan nasehat yang menjadikan air mata berlinang dan membuat hati takut, maka seseorang berkata Wahai Rasulullah nasehat ini seakan-akan nasehat dari orang yang akan berpisah, maka berikanlah kami wasiat.โ Maka Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda Aku wasiatkan kepada kalian supaya tetap bertakwa kepada Allah, tetaplah mendengar dan taat, walaupun yang memerintah kalian adalah seorang budak dari Habasyah. Sungguh, orang yang masih hidup di antara kalian setelahku maka ia akan melihat perselisihan yang banyak, maka wajib atas kalian berpegang teguh kepada Sunnahku dan Sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Peganglah erat-erat dan gigitlah dia dengan gigi geraham kalian. Dan jauhilah oleh kalian perkara-perkara yang baru, karena sesungguhnya setiap perkara yang baru itu adalah bidah. Dan setiap bidah itu adalah sesat.โ[7]Dalil-dalil dari Al-Qur-an al-Karim dan hadits-hadits Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, yang tersebut di atas memberikan petunjuk yang sangat penting sekali kepada kita, secara global sebagai berikutTidak ada perbedaan antara hukum Allah dan hukum Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, karena tidak boleh seorang mukmin memilih-milih dengan maksud menyalahinya, dan yang demikian termasuk durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya Shallallahu alaihi wa sallam, maka perbuatan tersebut sudah termasuk boleh seseorang mendahului Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, sebagaimana ia tidak boleh mendahului Allah, yakni tidak boleh menyalahi Sunnah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, โMaksud dari ayat pertama dari surat al-Hujurat adalah Janganlah kalian berkata hingga beliau Shallallahu alaihi wa sallam berkata, janganlah kalian memerintah hingga beliau Shallallahu alaihi wa sallam memerintah, janganlah kalian berfatwa hingga beliau Shallallahu alaihi wa sallam berfatwa dan jangan menetapkan satu urusan hingga beliau Shallallahu alaihi wa sallam yang menghukumi dan memutuskan.โ[8]Taat kepada Rasul berarti taat kepada yang berpaling dari taat kepada Rasul Shallallahu alaihi wa sallam berarti termasuk kelakuan orang-orang terjadi perselisihan dalam urusan agama, maka wajib kita kembalikan kepada Allah dan Rasul-Nya. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata โAllah Subhanahu wa Taโala memerintahkan manusia untuk mentaati-Nya dan mentaati Rasul-Nya. Allah mengulangi kalimat ููุฃูุทูููุนููุง ุงูุฑููุณููููู sebagai pemberitahuan bahwa taat kepada Rasul hukumnya wajib tanpa pamrih dan tanpa membandingkan lagi dengan Kitabullah, bahkan perintah beliau wajib ditaati secara mutlak, baik perintah itu ada di dalam Al-Qur-an maupun tidak, Karena beliau diberikan Kitab dan yang seperti itu bersamanya,โ dan Allah tidak menggunakan kata taat kepada ulil amri, bahkan Allah membuang fii thaโat karena kepada ulil amri sudah terkandung dalam taat kepada Rasul[9]. Para ulama telah bersepakat bahwa kembali kepada Allah berarti kembali kepada kitab-Nya Al Qur-an dan kembali kepada Rasul ketika beliau masih hidup dan setelah beliau wafat kembali kepada sunnah-sunnah-Nya dan yang demikian termasuk dari syarat-syarat kaum muslimin dan hilangnya kekuatan mereka disebabkan mereka terus berselisih dan tidak mau kembali kepada Al-Qur-an dan yang menyalahi perintah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam akan mendapat fitnah di dunia dan adzab di yang menyalahi perintah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam akan mendapat akibat yang jelek di dunia dan akhiratWajib memenuhi panggilan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dan perintahnya, karena yang demikian akan membuat hidup jadi lebih baik dan memperoleh kebahagiaan di dunia dan kepada Nabi Shallallahu alaihi wa sallam penyebab utama masuknya seseorang ke dalam Surga dan memperoleh kesuksesan yang besar, dan orang yang durhaka kepadanya akan masuk ke dalam Neraka serta mendapatkan adzab yang antara ciri-ciri orang munafiq, apabila mereka diajak untuk berhukum kepada hukum Rasul-Nya Shallallahu alaihi wa sallam dan kepada Sunnahnya, mereka tidak mau bahkan berusaha untuk menghalang-halangi orang yang ingin kembali mukmin berbeda dengan orang-orang munafiq, karena orang-orang mukmin bila diseru untuk berhukum dengan Sunnah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam mereka segera memenuhinya seraya berkata, โSamiโna wa athaโna Kami dengar dan kami mentaati.โSetiap yang diperintahkan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, maka wajib kita mengikutinya dan setiap yang dilarangnya, wajib bagi kita tauladan bagi umat Islam dalam segala urusan agama adalah Rasulullah Shallallahu alaihi wa kalimat yang diucapkan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam yang ada hubungannya dengan agama dan urusan ghaib yang tidak dapat diketahui akal dan tidak pula percobaan, maka hal itu merupakan wahyu dari Allah kepada beliau yang tidak ada kebathilan di merupakan penjelas bagi Al-Qur-an yang diturunkan kepada beliau Shallallahu alaihi wa harus dijabarkan dengan As-Sunnah, bahkan As-Sunnah sama dengan Al-Qur-an dalam sifat wajib taat dan yang diharamkan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam sama dengan apa-apa yang diharamkan Allah, demikian pula segala sesuatu yang dibawa Rasulullah yang tidak terdapat dalam Al-Qur-an, maka dia sama dengan Al-Qur-an berdasarkan keumuman hadits no. bisa selamat dari kesesatan dan penyelewengan hanyalah dengan berpegang dengan Al-Qur-an dan As-Sunnah yang demikian itu merupakan hukum yang tetap berlaku terus sampai hari Kiamat, dan tidak boleh memisahkan antara Al-Qur-an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu alaihi wa mengikuti Sunnah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam mencakup masalah aqidah maupun ahkam, dan meliputi seluruh perkara agama, serta tertuju kepada siapa saja yang sudah sampai kepadanya risalah daโwah sampai hari Kiamat.[10][Disalin dari buku Kedudukan As-Sunnah Dalam Syariat Islam, Penulis Yazid Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa, 264 Bogor 16001, Jawa Barat Indonesia, Cetakan Kedua Jumadil Akhir 1426H/Juli 2005] _______ Footnote [1] Hadits shahih riwayat al-Bukhari no. 7280 dan Ahmad II/361. [2] Hadits shahih riwayat al-Bukhari no. 7281, Fat-hul Baari XIII/249-250. Yang dimaksud pemisah yakni memisahkan antara orang-orang mukmin dengan orang-orang kafir atau antara yang haq dengan yang bathil. [3] Hadits shahih riwayat al-Bukhari no. 6482, 7283 dan Muslim no. 2283 16. [4] Hadits shahih riwayat Ahmad VI/8, Abu Dawud no. 4605 dan ini adalah lafazh miliknya, at-Tirmidzi no. 2663, Ibnu Majah no. 13, Ibnu Hibban no. 98-Mawarid dan lainnya. [5] Hadits shahih riwayat Abu Dawud no. 4604 dan lafazh ini miliknya, Ahmad IV/ 131, Ibnu Hibban no. 12, ath-Thabrani al-Muโjamul Kabir XX/ no. 669-670, ath-Thahawy dalam Syarah Maโanil Atsaar IV/209 dan al-Baihaqy IX/332. [6] Hadits shahih riwayat al-Hakim I/93 dan al-Baihaqy X/114. [7] HR. Ahmad IV/126-127, Abu Dawud no. 4607, at-Tirmidzi no. 2676, ad-Darimy I/44-45, al-Baghawy dalam Syarhus Sunnah I/ 205, al-Hakim I/95-96, dishahihkan dan disepakati oleh Imam adz-Dzahabi, Syaikh al-Albany juga menshahihkan hadits ini dalam Irwaa-ul Ghaliil no. 2455. [8] Iโlamul Muwaqqiโiin II/94 tahqiq Syaikh Masyhur Hasan Salman. [9] Iโlamul Muwaqqiโin II/89, tahqiq Syaikh Masyhur Hasan Salman. [10] Al-Hadits Hujjatun bi Nafsihi fil Aqaa-id wal Ahkam hal. 33-36, oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani v, cet. I/ Darus Sa-lafiyah, th. 1406 H Home /A4. Kedudukan As-Sunnah Dalam.../Hadits-Hadits yang Memerintahkan Kita...
Jakarta - Jabal Rahmah menjadi salah satu tujuan ziarah para jemaah haji atau umrah. Bukit ini menjadi saksi dari banyaknya peristiwa bersejarah dalam perkembangan Islam, salah satunya yakni sebagai tempat pertama bertemunya Adam dan Hawa ketika di Rahman berlokasi di Arafah. Bukit ini diyakini masyarakat setempat sebagai tempat pertama peremuan Adam dan Hawa di Bumi. Tempat ini kemudian kerap disebut sebagai bukit cinta atau bukit kasih Jabal RahmahJabal Rahmah merupakan nama salah satu bukit yang secara geologis terbentuk dari bebatuan yang tingginya sekitar 70 meter. Sementara pegunungan Jabal Rahmah membentang mulai dari pegunungan As-Sa'ad menuju pertengahan tanah wukuf di Arafah dengan ketinggian 339 meter di atas permukaan laut. Di tengah Jabal Rahmah terdapat tugu atau monumen yang terbuat dari beton persegi empat berwarna putih. Lebarnya 1,8 meter dan tingginya 8 meter. Adapun Jabal Rahmah terletak di tepi Padang Arafah yang merupakan daerah pinggiran timur Makkah. Jaraknya sekitar 1,5 km dari Masjid lain dari Jabal Rahmah adalah bukit kasih sayang. Dinamai hal tersebut nama Jabal Rahmah diambil dari kata rahmah yang berarti kasih sayang. Hingga saat ini, Jabal Rahmah menjadi salah satu tempat legendaris yang tidak pernah sepi dari kunjungan jemaah haji maupun umrah dari seluruh menurut buku Doa-Doa Khusus Ibadah Haji yang disusun oleh Amirulloh Syarbini, asal-usul dari nama Jabal Rahmah juga berkaitan dengan peristiwa pertemuan antara Nabi Adam dan istrinya Siti Hawa setelah sekian lama dipisahkan oleh Allah SWT. Maksud kasih sayang dari Jabal Rahmah merujuk pada kasih sayang antara Adam dan Hawa yang telah lama Adam AS dan Siti Hawa berpisah selama 200 tahun saat diturunkan ke bumi, sebagaimana dikatakan Abdul Mutaqin dalam buku Kain Ihram Anak Kampung. Akhirnya keduanya bertemu di Arafah, yang saat ini dijadikan tempat pertemuan umat Islam setiap pendapat lain yang menyebut, Nabi Adam AS berpisah dengan Siti Hawa selama 500 tahun, 300 tahun, bahkan ada yang mengatakan 40 tahun. Wallahu a' Turunnya Wahyu Terakhir Rasulullah SAWBerdasarkan buku Mengais Berkah di Bumi Sang Rasul karya Ahmad Hawassy, selain menjadi tempat bertemunya kembali Nabi Adam AS dan Siti Hawa, Jabal Rahmah menjadi lokasi khutbah yang dilakukan Rasulullah SAW dalam menjelaskan kesempurnaan agama SAW menyampaikan turunnya Surat Al-Maidah ayat 3 merupakan wahyu terakhir yang mengabarkan bahwa Islam sudah yang disampaikan Sang Rasul saat Haji Wada haji terakhir itu disambut dengan begitu gembira oleh umat muslim, kecuali Umar bin Khattab dan Abu Bakar Ash Shiddiq yang memiliki firasat akan ditinggalkan Rasulullah. Oleh sebab itulah mereka berdua pun khutbah terakhir itu, Rasulullah menekankan bahwa Islam adalah agama yang sempurna. Rasulullah pun telah menyampaikan apa yang diperintahkan oleh Allah dengan jelas kepada seluruh umatnya. Pedoman umat muslim yang berupa Al-Quran dapat dijadikan penolong dan sumber utama dalam menyelesaikan masalah hingga akhir ke Jabal Rahmah Saat Hari ArafahBersumber dari buku 1001 Fakta Dahsyat Mukjizat Kota Makkah yang ditulis oleh Asima Nur Salsabila, pada dasarnya tidak terdapat petunjuk langsung dari Rasulullah SAW yang menjadi dasar hukum bagi jemaah haji untuk menaiki Jabal Rahmah sebagaimana yang sering dilakukan oleh orang-orang saat hari itu, tidak ada petunjuk dari Rasulullah SAW ketika berhaji untuk menaiki gunung tersebut dan menjadikannya sebagai bagian dari manasik. Rasulullah SAW pernah berpesan dalam sabdanya, "Ambillah manasik haji dariku."Mengikuti Rasulullah SAW, Khulafaur Rasyidin dan para sahabat setia serta pengikut Rasulullah SAW tidak pernah naik ke gunung tersebut ketika mereka sedang berhaji, juga tidak menjadikannya sebagai bagian dari manasik haji. Mereka hanya mengikuti apa yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang pada saat itu juga tidak dari sumber yang sama, terdapat dalil yang menjelaskan bahwa Rasulullah SAW berada di bawah gunung tersebut di sisi batu besar. Beliau bersabda, "Aku wukuf di sini, namun seluruh Arafah merupakan tempat yang boleh digunakan untuk melakukan wukuf. Naiklah dari perut Arafah."Oleh karena itu, para ulama menganggap bid'ah perbuatan yang menyatakan naik ke Jabal Rahma ketika berhaji malah meembuatnya dianggap sebagai bagian dari manasik haji. Sebab, menurut hadits riwayat Muslim, seseorang yang melakukan amalan yang tidak ada dalam tuntunan dari Allah dan Rasul-Nya, maka amalannya akan sisi lain, bukan berarti mengunjungi Jabal Rahmah ketika berhaji menjadi larangan atau sesuatu yang diharamkan. Jadi, jelas bahwa mengunjungi Jabal Rahmah bukan salah satu ajaran dan hal yang dianjurkan oleh Rasulullah tetapi boleh dilakukan dengan maksud mulia lainnya seperti misalnya ziarah, menambah pengetahuan, atau sekadar melihatnya sebagai salah satu bukti kekuasaan penjelasan dari kisah mengenai bukit Jabal Rahmah yang menjadi salah satu destinasi jemaah haji yang berkesempatan untuk berkunjung.
Buletin At Tauhid Edisi 2 Tahun X Salah Kaprah Memaknai Sunnah Sebagian besar orang menganggap sunnah berarti adalah perkara yang tidak wajib sehingga boleh untuk ditinggalkan. Pengertian ini tidak salah secara itu hanya sebagian dari makna sunnah. Agar tidak salah, penting bagi kita untuk mendefinisikan sunnah dengan benar. Sunnah secara bahasa berarti jalan atau metode, baik itu jalan yang baik maupun jalan yang jelek. Hal ini bisa dilihat dari hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam, โBarangsiapa yang mencontohkan jalan sunnah yang baik di dalam Islam, maka ia akan mendapat pahala dan pahala orang yang mengamalkannya setelahnya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barang siapa yang mencontohkan jalan sunnah yang jelek, maka ia akan mendapat dosa dan dosa orang yang mengerjakannya sesudahnya tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.โร HR. Muslim. Dalam hadits ini, Nabi membagi ada sunnah yang baik dan sunnah yang jelek. Inilah makna sunnah secara bahasa. Adapun secara istilah, makna sunnah memiliki beberapa pengertian 1 Menurut istilah ulama ahli hadits, yang dimaksud sunnah adalah segala sesuatu yang berasal dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam baik berupa perkataan, perbuatan, pembenaran, maupun sifat-sifat yang ada pada diri beliau. Baik sebelum beliau diutus menjadi Nabi maupun sesudahnya. 2. Menurut istilah ulama ahli ushul, yang dimaksud sunnah adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang bukan berasal dari Al Qurโan. 3. Menurut ulama ahli fikih, sunnah adalah perkara yang tidak wajib, artinya pelakunya berhak mendapat pahala dan jika meninggalkan tidak berdosa. Adapun makna sunnah menurut salafus shalih lebih luas dari makna di atas. Yang dimaksud sunnah adalah segala sesuatu yang sesuai dengan Al Qurโan dan jalan hidup Nabi beserta para sahabatnya, baik dalam masalah akidah, ibadah, maupun muamalah. Lawan dari makna ini adalah bidโah. Sehingga dikatakan โorang tersebut di atas sunnahโ, yakni jika amalannya sesuai dengan Al Qurโan dan petunjuk sunnah Nabi. Dan dikatakan โorang tersebut di atas bidโahโ, yakni apabila amalannya menyelisihi Al Qurโan dan sunnah Nabi, atau menyelisihi salah satunya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata, โAs Sunnah adalah segala sesuatu yang merupakan ajaran Nabi shallallahu alaihi wa sallam baik berupa keyakinan, perkataan, maupun perbuatanโ. Lihat pembahasan ini dalam Kun Salafiyyan alal Jaddah Perintah Berpegang Teguh dengan Sunnah Nabi Muhammadร shallallahu alaihi wa sallamร bersabda, โAku telah tinggalkan kepada kalian dua perkara. Kalian tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, yaitu Kitab Allah dan Sunnah Rasul-NyaโHR. Al Hakim, derajat shahih. Dalam hadits di atas, Nabi yang mulia memerintahkan kepada kita untuk berpegang teguh dengan Al Qurโan dan Sunnah, yang merupakan jalan beragama yang telah ditempuh oleh Nabi dan para sahabatnya. Dalam Al Qurโan, Allah Taโala berfirman yang artinya, โApa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya. โ QS. Al Hasyr7 Tegar di Atas Sunnah Jalan Keluar dari Fitnah Perpecahan dalam umat ini adalah suatu keniscayaan. Inilah sunnatullah, ketetapan Allah yang pasti terjadi. Digambarkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam tentang kondisi perpecahan umat ini dalam sabda beliau, โKetahuilah, umat-umat sebelum kalian dari golongan ahlul kitab telah terpecah menjadi tujuh puh dua golongan, dan umat ini akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Tujuh puluh dua golongan akan masuk neraka, satu golongan akan masuk surga yaitu al jamaโahโ HR. Ahmad, derajat hasan. Dalam riwayat yang lain disebutkan, โSemua golongan tersebut akan masuk neraka kecuali satu gologan yaitu orang yang berjalan di atas ajaran agamaku dan para sahabatkuโ HR. Tirmidzi, derajat hasan. Dua hadits di atas adalah berita yang shahih dari Nabi akan adanya perpecahan yang terjadi dalam umat ini. Demikian pula realita yang kita dapati kaum muslimin berpecahโbelah menjadi banyak golongan. Lalu siapakah golongan yang selamat? Merekalah orang-orang yang senantiasa bepegang teguh dengan Al Qurโan dan Sunnah serta memahaminya sesuai dengan pemahaman yang diajarkan Nabi kepada para sahabat beliau dan telah mereka amalkan. Inilah kelompok yang selamat. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, โBarangsiapa yang berumur panjang di antara kalian, kelak dia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka hendaknya kalian tetap berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Khulafaโur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Berpegang teguhlah dengannya. Gigitlah dengan gigi geraham kalian. Berhati-hatilah kalian dengan perkara-perkara yang baru dalam agama, karena setiap ajaran yang baru dalam agama Islam adalah termasuk perbuatan bidโah, dan setiap bidโah adalah kesesatan, dan setiap kesesatan tempatnya di nerakaโ HR. An Nasaโi, derajat hasan shahih. Berpegang teguh dengan sunnah Rasulullah dan khulafaur rasyidin dan para sahabat, inilah solusi keluar dari fitnah perpecahan umat, tidak ada jalan lain. Imam Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah berkata, โDi dalam hadits ini terdapat perintah ketika terjadi perselisihan untuk berpegang teguh dengan sunnah Nabi dan khulfaur rasyidin. Yang dimaksud sunnah adalah jalan yang ditempuh, mencakup di dalamnya berpegang teguh dengan keyakinan, perkataan, dan perbuatan Nabi dan khulfaur rasyidin. Inilah sunnah yang sempurna. Oleh karena itu para ulama salaf di masa silam tidak menamakan sunnah kecuali mencakup seluruh perkara tadiโ lihat Jamiโul Ulum wal Hikam Allah Taโala berfirman yang artinya, โHai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan Rasul-Nya, serta ulil amri di antara kalian. Kemudian jika kalian berselisih pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah Al Qurโan dan Rasul sunnahnya, jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama bagimu dan lebih baik akibatnya. โ QS. An Nisaaโ 59 Bahaya Menyelisihi Sunnah Allah Taโala berfirman yang artinya, โDan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.โQS. An Nisaaโ 115 Sikap orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya harus mendengar dan taat, serta tidak boleh menolak segala sesuatau yang datang dari Allah dan Rasul-Nya. Oleh karena itu, Allah meniadakan iman bagi orang yang enggan dan menolak untuk mengikuti sunnah Rasul shallallahu alaihi wa sallam. Allah Taโala berfirman yang artinya, โMaka demi Tuhanmu, mereka pada hakekatnya tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.โ QS. An Nisaaโ65 Menjadi Asing Ketika Komitmen dengan Sunnah Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, โSesungguhnya Islam bermula dalam keadaan asing dan akan kembali asing seperti awal mulanya. Maka keberuntungan bagi orang-orang yang asingโ HR. Muslim. Demikianlah, keadan yang akan terjadi bagi orang-orang yang senantiasa berpegang teguh dengan sunnah. Akan dianggap orang yang asing karena banyaknya orang-orang yang tidak mengetahui sunnah dan menyelisihi sunnah. Semoga Allah Azza wa Jalla senantiasa memberikan taufik kepada kita semua di atas jalan kebenaran. Wallahu waliyyut taufiq. Referensi utama Minhaaj Al Firqatin Naajiyah dan Kun Salafiyyan alal Jaddah Penulis Ustadz dr. Adika Mianoki Alumni Maโhad Al Ilmi Yogyakarta
Jakarta Khulafaur Rasyidin artinya para pengganti yang mendapatkan petunjuk, untuk menggantikan tugas- tugas Rasulullah SAW. Dalam menjalankan tugas dan kepemimpinannya, para Khulafaur Rasyidin selalu dan senantiasa meneladani kepemimpinan Rasulullah. Di antaranya memiliki sikap yang arif dan bijaksana, berilmu agama yang luas dan mendalam, serta berwibawa dan disiplin. Khulafaur Rasyidin artinya para pemimpin dalam Islam, di antaranya Sayyidina Abu Bakar as-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib. Para khulafaur rasyidin merupakan pemegang estafet kepemimpinan Islam untuk melanjutkan perjuangan Rasulullah, dan mewakili nabi dalam mewujudkan keadilan, menyebarluaskan kebajikan dan kasih sayang, serta setiap ucapan dan perbuatannya tidak pernah menyimpang dari ajaran suci agama Islam. Khulafaur Rasyidin artinya para khalifah yang sangat arif bijaksana, serta menjadi pemimpin yang menggantikan tugas-tugas Rasulullah SAW, baik itu sebagai kepala negara, kepala pemerintahan dan pemimpin umat. Allah SWT berfirman dalam Qurโan Surat Al-Ahzab ayat 40, yang artinya โMuhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup paranabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.โ Berikut ini biografi singkat Khulafaur Rasyidin yang rangkum dari berbagai sumber, Senin 12/5/2022.Seni Terbangan, Perpaduan Seni Gurun Pasir dan Jawa yang Nyaris Punah Sinkretisme Budaya Islam-JawaMengenal Khulafaur Rasyidinilustrasi sholat. Rasyidin artinya para pemimpin yang menggantikan tugas- tugas Rasulullah SAW. Adapun para khalifah yang memimpin umat Islam ini hanya ada 4 orang, yang terdiri dari Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan serta Ali bin Abi Thalib. Khulafaur Rasyidin berasal dari dua kata yakni Khulafaโ danAr- Rasyidin. Khulafaโ berarti jamaโ dari khalifah yang memiliki arti โpenggantiโ. Sedangkan kata Ar-Rasyidin yaitu โmendapat petunjuk.โ Khulafaur Rasyidin adalah para pengganti yang mendapatkan petunjuk, dan semua tugas kenabiannya tidak bisa digantikan. Allah SWT. berfirman dalam Qurโan Surat Al-Ahzab ayat 40 Artinya โMuhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seoranglaki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup paranabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.โ Khulafaur Rasyidin adalah para khalifah yang sangat arif bijaksana. Mereka adalah keempat sahabat Nabi yang terpilih menjadi pemimpin kaummuslimin setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Imam as-Suyuthi2015 Dalam menjalankan tugasnya, para Khulafaur Rasyidin senantiasa meneladani kepemimpinan Rasulullah, diantaranya memiliki sikap yang arif dan bijaksana, berwibawa dan disiplin, berilmu agama yang luas dan mendalam, serta berani bertindak dan berkemauan yang Bakar As-ShiddiqIlustrasi Islam, Al-Qu'ran. Sumber PixabayRasulullah setelah wafat, maka sahabatnya Abu Bakar yang sekaligus mertuanya ditunjuk oleh para sahabat sebagai penggantinya untuk memegang kendali umat Islam. Melansir dari laman Nu Online, Abu Bakar As-Shiddiq adalah salah satu khulafaur rasyidin pertama yang menjadi pimpinan umat Islam setelah Rasulullah. Abu Bakar As-Shiddiq adalah sosok yang santun, adil, penyayang, serta bijaksana dan merupakan perwakilan dari apa yang ia lihat dari Rasulullah dalam memimpin umat Islam. Hal ini yang membuat para sahabat sepakat untuk menunjuknya sebagai pimpinan umat Islam saat itu. Menurut Syekh Nawawi Banten, Abu Bakar menjadi pimpinan umat Islam selama dua tahun setengah. Setelah genap memimpin umat Islam selamat dua tahun setengah, Abu Bakar As-Shiddiq wafat di usia 63 tahun. Ia meninggalkan umat Islam pada malam Selasa tanggal 23 Jumadil Akhir, antara waktu Maghrib dan Isya, kemudian dimakamkan di Madinah berdekatan dengan makam bin KhattabIlustrasi Islam sumber PixabaySayyidina Umar merupakan satu-satunya sahabat yang dipilih, untuk melanjutkan perjuangan sahabat dekatnya itu. Memiliki sikap yang tegas dalam berdakwah, dan bijaksana dalam menyebarkan ajaran Islam, menjadi salah satu alasan di balik terpilihnya Umar untuk menjadi pimpinan kaum muslimin. Umar bin Khattab adalah salah satu khulafaur rasyidin kedua setelah sahabatnya Abu Bakar. Ketika menjadi pimpinan umat Islam selama sepuluh bulan dan lima hari, Umar mampu menyebarkan ajaran Islam dengan sangat luas sekalipun dengan tempo yang sangat singkat selama menjadi pemimpin. Sayyidina Umar wafat di usia 63 tahun, dan meninggalkan umat Islam pada hari Rabu tanggal 27 bulan Dzulhijah, setelah dibunuh oleh Abu Luโluk al-Mughirah Fairuz, saat sedang melakukan shalat Subuh, kemudian dimakamkan di Madinah berdekatan dengan makam Rasulullah dan Abu Bakar. Utsman bin AffanIlustrasi salat, Muslim, Islam. Foto oleh Monstera dari PexelsKhulafaur Rasyidin artinya pemimpin yang ditunjuk ini, selanjutnya adalah Sayyidina Utsman bin Affan yang merupakan piminan umat Islam ketiga dalam sejarah khulafaur rasyidin setelah masa kepemiminan Sayyidina Umar. Dalam masa kepemimpinannya, kaum muslimin dipimpin selama dua belas tahun kurang dua belas hari, dan berhasil menaklukkan berbagai kerajaan-kerajaan yang menentang terhadap ajaran yang ia dakwahkan. Utsman bin Affan pada masa kepemimpinannya itu, telah berhasil menyebarkan ajaran Islam hingga kota Mesir. Tepat di masa keemasan pimpinannya itu, Utsman bin Affan pergi meninggalkan umat Islam di usia 88 tahun. Dirinya wafat karena dibunuh oleh penduduk Mesir dan orang-orang Khawarij setelah melaksanakan shalat Ashar, tepat pada hari Rabu tanggal 18 Dzulhijjah, kemudian dimakamkan di Makbarah Baqiโ di Madinah. Ali bin Abi ThalibAda 5 perang besar dan bersejarah yang terjadi selama bulan Ramadan Liputan6/IstockKhulafaur Rasyidin artinya para pemimpin yang menggantikan tugas- tugas Rasulullah SAW, selanjutnya adalah Ali bin Abi Thalib. Melansir dari laman NU Online, salah satu hadits yang populer tentang kelebihan Sayyidina Ali dari sahabat yang lainnya adalah โSaya Rasulullah adalah gudangnya ilmu, dan Ali adalah pintunya ilmu.โ Ali bin Abi Thalib menjadi sahabat pertama, yang masuk Islam dari kalangan anak kecil juga menjadi suami dari putri Rasulullah, Sayyidah Fatimah az-Zahra. Ali bin Abi Thalib masuk dalam kategori khulafaur rasyidin keempat setelah wafatnya Utsman bin Affan. Sebagai pemimpin, dirinya dipercaya untuk melanjutkan perjuangan Rasulullah dan para pimpinan Islam sebelumnya. Melalui masa kepemimpinannya, Ali bin Abi Thalib berhasil menyebarkan ajaran Islam melebihi jangkauan khulafaur rasyidin sebelumnya. Dalam menjalankan tugasnya, tidak hanya menyebarkan ajaran Islam, namun mensejahterakan rakyatnya, berlaku sangat adil dan bijaksana, sebagaimana pimpinan-pimpinan sebelumnya. Dalam masa kepemimpinan Ali bin Abi Thalib, dikenal dengan istilah masa tersulit jika dibanding dengan masa-masa sebelumnya. Sebab, pada masa itu terjadi perang saudara antara umat Islam pasca wafatnya Sayyidina Utsman. Namun pemimpin ini tetap memiliki sejarah yang luar biasa dalam mengatasi semua itu. Tepat di masa kepemimpinannya yang sudah mencapai 5 tahun, ia meninggalkan umat Islam setelah dibunuh oleh Abdurrahman bin Muljam di usia 65 tahun. * Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
mengikuti sunnah para sahabat dan khulafaur rasyidin merupakan perintah